Mamasa,Tarantulanews.com — Ketua DPC APDESI Kabupaten Mamasa Abdul Rahman Tona menjelaskan bahwa pihaknya telah diperiksa oleh Kasi Intel (Kastel) Kejaksaan Negeri Mamasa.
Pengakuan tersebut disampaikan Abdul Rahman Tona saat dikonfirmasi lewat via WhatsApp.
Ia juga menerangkan bahwa selain dirinya, bendahara APDESI Mamasa Waram, dan juga sekretaris APDESI Mamasa Sarlis Pongtiku juga ikut diperiksa terkait dugaan dana hibah Fiktif tersebut.
Namun hal tak terpuji dilakukan oleh Abdul Rahman ketika dilakukan konfirmasi lebih intens untuk menggali kebenaran tersebut.
Abdul Rahman memblokir jurnalis yang melakukan komunikasi dan memberikan pertanyaan terkait respon salah satu jaksa di Kajati Sulbar.
Keterangan berbeda disampaikan oleh Sarlis Pongtiku saat dikonfirmasi lewat via WhatsApp. Ia mengaku tidak pernah diperiksa terkait dugaan dana hibah fiktif tersebut.
Ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah diperiksa oleh Kastel Kejaksaan Negeri Mamasa. Sarlis juga mengaku sangat dirugikan atas pernyataan Abdul Rahman Tona tersebut yang menyeret namanya hingga disebutkan telah diperiksa.
Sikap tidak kooperatif Ketua APDESI Mamasa tersebut menuai kecaman sejumlah mahasiswa yang ada di mamuju dan majene.
Salah satu mahasiswa menegaskam akan melayangkan surat ke Kajati Sulbar untuk mengusut tuntas dugaan dana hibah Fiktif tersebut.
Hingga berita ini rilis, Warman selaku bendahara belum memberikan respon.
Jurnalis terus berupaya melakukan konfirmasi. (Tim)












