Seorang Bapak Terpaksa Adukan Anak yang Dipeliharanya Sejak Kecil ke Polres Majene Lantaran Ini

 

Tarantulanews.com, Majene — Pasangan H M Yahya dan Hj Jurumiah harus menelan kenyataan pahit. Betapa tidak, setelah memelihara seorang anak inisial YA sejak sekolah dasar hingga menyelesaikan pendidikan S1, anak yang dipeliharanya bukannya berterima kasih, malah tega menerornya hingga berujung merusak dan mencuri barang miliknya.

Di hadapan sejumlah wartawan, Rabu 18 Pebruari 2026, HM Yahya mengatakan, puncak teror yang dia alami setelah istrinya almarhumah Hj Jurumiah meninggal dunia bulan lalu atau setidaknya pada bulan Januari 2026.

“Sejak saat itu, antara saya dengan dia sering adu mulut. Tapi itu semua saya tidak peduli karena saya masih menganggap dia anak saya. Tapi karena dia selalu bilang, saya bukan bapaknya, maka saya bilang memang saya bukan bapak biologisnya. Tapi sayalah dengan almarhumah istri saya memeliharanya hingga saat ini,” cerita HM Yahya.

Lebih jauh, ia mengisahkan awal mula YA dibesarkan olehnya bersama almarhumah istrinya. “Saat itu kami memang tidak dikaruniai anak, sehingga saya dan istri saya mengambil anak dari saudara istri. Usianya kala itu masih di SD. Kami besarkan layaknya anak sendiri. Disekolahkan hingga perguruan tinggi dan bahkan sekarang sudah masuk ke tahap pendidikan S2 di Jogja. Ironinya, karena seharusnya dengan latar belakang pendidikan tinggi yang dimilikinya bukannya menjunjung tinggi adab, tapi dia malah semakin arogan kepada saya,” sesal HM Yahya.

Puncaknya, pada Selasa 17 Pebruari 2026, sekitar pukul 14.00 Wita, anak tersebut nekat merusak pintu kamar korban dan mengobrak abrik isi lemari

“Semua isi lemari dia bongkar bersama adiknya (R), yang hilang ada delapan buah jam tangan milik saya dan milik almarhumah istri saya,” ucap HM Yahya.

Akibat perbuatan pelaku, korban akhirnya melapor ke SPKT Polres
dengan Nomor: STBL/42/II/2026/POLDA SUL-BAR/RES MJN/SPKT dengan tuduhan pengrusakan disertai pencurian.

Dia minta kepada Polisi segera melakukan upaya hukum terhadap terduga karena dirinya sudah tidak nyaman tinggal serumah dengan pelaku di Lingk Tunda, Kec. Banggae Timur, Kab. Majene.

“Saya sudah merasa tidak nyaman dengan perilaku yang bersangkutan. Karena teror demi teror dia lakukan terhadap diri saya,” ucap HM Yahya yang juga berprofesi sebagai wartawan di salah satu media 01 sembari berharap, Polisi segera mengusut aduan yang dia sudah buat.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Majene AKP Fredi mengatakan, pihak masih mendalami aduan korban serta melakukan penyelidikan.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *